Candi Donotirto, Tempat Pemandian Umum yang Sarat Sejarah di Jogja

Candi Donotirto, Tempat Pemandian Umum yang Sarat Sejarah di Jogja
Harga Tiket: – ; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Jogonegaran, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta.

Indonesia memiliki beragam situs bersejarah dan masih ada hingga saat ini, termasuk salah satunya adalah Candi Donotirto di kota Jogja. Tempat wisata ini tidak terlalu populer seperti halnya Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Candi Prambanan dan Candi Ijo Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena kawasan tersebut bukan layaknya Candi pada umumnya, namun hanya sebuah area pemandian umum yang unik dan menarik.

Penyematan nama depan Candi pada Donotirto ini masih belum diketahui sejarahnya, akan tetapi penyebutan tersebut sudah cukup populer hingga saat ini. Meski demikian, tempat ini memiliki berbagai daya tarik yang akan membuat anda terkejut dan tercengang. Selain itu, beragam aktivitas menarik juga sering dilakukan oleh wisatawan di tempat tersebut.

Daya Tarik Wisata Candi Donotirto

Daya Tarik Wisata Candi Donotirto
Photo by Google Maps Sije Sije

Jangan pernah melupakan sejarah, itulah pesan para pendiri bangsa, termasuk di dalamnya adalah berlibur ke tempat bersejarah. Oleh karena itu, Candi Donotirto cukup menarik untuk diulas. Karena tempat wisata ini memiliki berbagai daya tarik yang layak untuk dikunjungi, berikut ulasannya!

1. Candi Tempat Pemandian Umum

Out of the box, barangkali itulah kata yang tepat untuk destinasi wisata kali ini. Sebab area piknik ini tidak seperti bangunan Candi yang kokoh dan megah, namun hanya candi tempat pemandian umum warga lokal atau wisatawan. Akan tetapi, kawasan ini memiliki aliran air yang mancur begitu bersih dan jernih yang bersumber dari Kali Winongo.

Hal unik, menarik, dan membuat pengunjung belum terbiasa dengan suasana di lokasi Candi Donotirto adalah tempat pemandian tersebut tidak beratap. Situasi dan kondisi seperti inilah yang menjadi daya tarik utama area piknik tersebut. Karena mandi di tempat ini menjadi lebih seru, menantang dan memiliki sensasi tersendiri dengan kondisi atap yang terbuka lebar.

2. Banyak Pancuran Air di Lokasi Pemandian

Tempat pemandian umum lebih terjaga kebersihan dan kesehatannya ketika di area tersebut terdapat pancuran air. Sebab air senantiasa mengalir sehingga kotoran tidak mengendap pada tempat pemandian. Seperti halnya di Candi Donotirto, kawasan ini memiliki banyak pancuran air di lokasi pemandian, sehingga kebersihan dan kejernihan air tetap terjaga.

Pancuran air yang ada di lokasi pemandian Donotirto berjumlah sepuluh buah, dan terbagi dalam dua tempat yaitu 5 buah pancuran di pemandian pria dan 5 buah sisanya di wanita. Bagi anda yang terbiasa mandi di shower, mandi di pancuran dengan air bersih dan jernih akan terasa berbeda serta memiliki kesegaran yang luar biasa.

3. Pemandian Tanpa Sekat

Pada umumnya, mandi di area umum terdapat beberapa kamar atau sebuah tempat yang di beri sekat. Namun berbeda saat mandi di pemandian Candi Donotirto, karena di lokasi wisata ini, tempat pemandian hanya di dalam satu ruangan besar tanpa ada dinding sekat. Hanya ada pancuran air yang mengalir dan terbuat dari bahan semen cor.

Inilah yang menjadi daya tarik di kawasan ini, namun lokasi pemandian pria dan wanita tetap terpisah. Lokasi pemandian ini biasa digunakan oleh warga lokal untuk mandi dan mencuci pakaian, hal itu sudah menjadi rutinitas mereka. Bahkan seringkali melakukan aktivitas tersebut tanpa menggunakan sehelai benang dan mereka tidak risih, meski ada orang asing yang masuk.

Alamat dan Cara Menuju Lokasi

Alamat Candi Donotirto
Photo by Google Maps Sije Sije 

Jika daya tarik tersebut membuat anda tertarik dan ingin berlibur ke Candi Donotirto, tempat ini berada di Jalan Jogonegaran, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Apabila rute perjalanan di mulai dari Kota Yogyakarta, jarak ke lokasi sekitar 2,2 km, sedangkan waktu yang dibutuhkan hanya 7 menit saja.

Namun jika rute di mulai dari Malioboro, maka membutuhkan waktu sekitar 4 menit. Adapun untuk memudahkan pencarian lokasi, wisatawan harus mengetahui titik strategis, seperti area piknik berada dekat pasar Pathok sentra penjualan bakpia khas Yogyakarta. Jauh lebih mudah apabila anda memanfaatkan aplikasi Google Maps di perangkat ponsel pintar.

Karena kawasan wisata berada di dalam perkampungan, maka pintu masuk ada di depan Balai RW Kemetiran Kidul. Ikuti jalan tersebut hingga melewati undakan anak tangga yang terpisah menjadi dua arah, yaitu Barat dan Timur. Arah Barat untuk pengunjung pria, sedangkan arah Timur untuk wisatawan Wanita.

Harga Tiket Masuk Candi Donotirto

Harga Tiket Masuk Candi Donotirto
Photo by Google Maps autin epriastin

Beragam daya tarik yang seru dan menarik ada di Canti Donotirto, hal itu bertujuan agar wisatawan merasa senang dan bahagia ketika berkunjung di sana. Tempat wisata ini tidak memberikan tarif resmi kepada pelancong seperti halnya area piknik lainnya. Akan tetapi, hanya disediakan kotak amal untuk para pengunjung yang ingin berdonasi.

Hasil dari kotak tersebut akan digunakan untuk menjaga dan merawat kawasan wisata tersebut, agar tetap lestari dan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu, lokasi wisata ini dibuka mulai hari Senin hingga Minggu, jadi buka setiap hari dan selama 24 jam nonstop. Jadi silahkan berkunjung kapan saja jika ada kesempatan.

Ragam Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Aktivitas Menarik Candi Donotirto
Photo by Instagram Herjuna Yusitratama

Barangkali di benak wisatawan terlintas pikiran bahwa tidak akan ada kegiatan menarik yang bisa di lakukan di Candi Donotirto. Pikiran tersebut sah dan boleh saja, akan tetapi yang perlu diketahui bahwa di lokasi wisata sejarah ini beragam aktivitas menarik bisa dilakukan, berikut diantaranya!

1. Menikmati Segarnya Pancuran Air

Mandi di shower itu hal yang biasa, mandi di sungai juga pernah, namun menikmati segarnya pancuran merupakan hal yang luar biasa. Sebab di kawasan tersebut memiliki kandungan air yang bersih, jernih dan bersumber langsung dari Kali Winongo, sehingga kesegarannya begitu kuat terasa.

Bagi wisatawan yang terbiasa hidup di perkotaan, melihat tempat pemandian umum tanpa sekat dan atap bisa membuat kaget, tercengang dan heran. Saat di lokasi, pengunjung tidak harus mandi di sana, namun jika penasaran dengan kesegaran airnya, cukup dengan berkumur dan cuci muka, anda akan merasakan sensasi kesegarannya.

2. Menikmati Indahnya Bangunan Candi

Aktivitas menarik di Candi Donotirto bukan hanya menikmati segarnya pancuran air, namun menikmati bangunan candi juga bisa anda lakukan saat berada di kawasan ini. Karena bangunan candi begitu artistik dan estetik, sehingga layak untuk dilihat, dipelajari, dinikmati dan didokumentasi.

Konon katanya, bangunan pada candi ini dibuat saat zaman Mataram Islam. Hal itu bisa dilihat dari susunan bagian atap pada candi, yaitu terlihat menumpuk, berwarna hitam legam dan cokelat. Oleh karena itu, Donotirto merupakan bukan warisan peninggalan Hindu – Budha, namun warisan pada zaman Mataram Islam.

3. Berburu Oleh-Oleh

Jika aktivitas mandi segarnya pancuran air, menikmati bangunan candi sudah dilakukan dan ingin melakukan perjalanan pulang, aktivitas menarik yang terakhir yaitu berburu oleh-oleh. Karena Candi Donotirto berada di pusat penjualan bakpia, maka terasa belum sempurna jika tanpa membeli salah satu makanan khas Yogyakarta tersebut.

Sehingga belanja bakpia pathok merupakan sebuah keharusan dan bentuk ungkapan perhatian dalam bentuk buah tangan untuk orang tercinta. Di tempat tersebut beragam harga dan varian rasa, pilih yang anda suka dan jangan lupa untuk orang di rumah. Oleh-oleh lainnya pun tersedia, tinggal pilih mana yang ingin dibawa pulang.

Fasilitas Penunjang di Candi Donotirto

Fasilitas di Candi Donotirto
Photo by Google Maps Yudhi Christianto Sastraoetama

Fasilitas yang ada di tempat pemandian umum Candi Donotirto memang cukup terbatas, karena area ini bersentuhan langsung dengan kehidupan atau rutinitas warga lokal. Sehingga wisatawan tidak akan menjumpai toilet umum sebagaimana tempat wisata lainnya. Akan tetapi, untuk fasilitas lain seperti angkutan umum, warung makan, sentra perbelanjaan, dan infrastruktur publik lainnya sudah tersedia.

Berlibur ke tempat wisata tidak hanya untuk refreshing saja, namun juga belajar sejarah yang dilestarikan bersama. Salah satunya yaitu dengan berkunjung ke Candi Donotirto dan mempelajari lokasinya, hal itu merupakan bentuk perhatian dan cara melestarikan budaya dan situs bersejarah.