Candi Plaosan salah satu candi unik yang indah berbalut toleransi beragama dan kisah romantis di zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi Buddha ini dibangun pada abad ke-9 yang terdiri dari bangunan, stupa dan tempat suci.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Candi Plaosan, Plaosan Lor, Bugisan, Kec. Prambanan, Kab. Klaten, Jawa Tengah.

Mengunjungi wisata sejarah di Jawa Tengah akan terasa kurang jika tidak mampir ke Candi Plaosan. Candi ini berada tak jauh dari Candi Prambanan yang dikenal dengan Candi Sewu. Pasalnya, Anda hanya perlu menuju ke arah timur sejauh kurang lebih 1,5 km. Keunikan wisata budaya ini mampu menampilkan daya tarik tersendiri. Berikut informasi lengkapnya.

Sekilas Tentang Candi Plaosan

Tentang Candi Plaosan
Image Credit: Facebook.com @jogjaku

Sebagaimana namanya, Candi Plaosan berada di Dukuh Plaosan, Klaten, Jawa Tengah. Candi ini memiliki bentuk unik jika dibandingkan dengan beberapa candi lain yang ada di wilayah ini. Hal ini karena letak candi ini dipisahkan oleh jalan raya dan area persawahan. Sehingga bangunan bersejarah ini disebut juga candi kembar.

Tempat yang dijadikan sebagai wisata religi ini memiliki 2 lokasi yang dikenal dengan Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Letak lokasi yang ditentukan dari pemisah candi inilah yang menjadikan sebutan kedua candi tersebut. Berdasarkan situs kemendikbud, kedua candi ini memiliki ukuran yang besar dengan bentuk yang hampir sama.

Candi Buddha ini memiliki pahatan bangunan secara rinci. Hal ini bahkan tampak sangat halus jika dipandang. Menariknya, pahatan yang disuguhkan pada bangunan ini memiliki kesamaan dengan Candi Sewu, Candi Borobudur dan Candi Sari. Tak ayal jika para peneliti menduga adanya unsur yang sama terkait pembangunan bangunan bersejarah ini.

Sejarah Toleransi Pada Candi Plaosan

Sejarah Candi Plaosan
Image Credit: Twitter.com @saranstm

Pengenalan tentang sejarah penemuan Candi Plaosan dimulai dari penemuan prasasti pada tahun 2003. Keberadaan prasasti yang terbuat dari lempengan emas berukuran 18,5 x 2,2 cm ini mengandung tulisan dalam bahasa sansekerta dengan huruf jawa kuno. Sehingga Tjahjono Prasodjo, epigraf yang membacanya menyebutkan candi ini dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Lazimnya, penemuan prasasti yang berada di perbatasan Yogyakarta dan Klaten ini dikenal sebagai Candi Plaosan Kidul. Candi yang dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan ini hendak dihadiahkan kepada permaisurinya, Maharatu Pramodhawardani. Pada masanya, candi ini dibangun pada zaman Kerajaan Medang atau Kerajaan Mataram Kuno.

Meski demikian, penelitian yang pernah dilakukan oleh Johannes Gijsbertus de Casparis, asal Belanda mengungkapkan bangunan ini telah dibangun pada masa Sri Kahulugan (Maharatu Pramodhawardani) dan Rakai Pikatan. Ikatan kedua tokoh tersebutlah yang membentuk toleransi dari pembangunan candi ini.

Pramodhawardani yang berasal dari Dinasti Syailendra pada masa itu memeluk agama Buddha-Mahayana. Sedangkan Rakai Pikatan sebagai pasangannya berasal dari Wangsa Sanjaya dengan agama Hindu-Syiwa. Meskipun berbeda agama, pasangan ini berhasil memerintahkan Kerajaan Mataram kuno pada tahun 840M hingga 856 M.

Menariknya, pasangan dengan agama berbeda ini mampu menghasilkan banyak candi megah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Salah satunya adalah Candi Plaosan. Meskipun masih kurang populer jika dibandingkan dengan candi lainnya, candi ini memiliki bentuk ciamik yang sayang untuk dilewatkan.

Keberadaan bangunan candi yang terbagi menjadi 2 akan tampak sama dari kejauhan karena memiliki tinggi yang sama, yaitu 21 meter. Meski demikian, Anda bisa mengamati perbedaan kedua bangunan ini jika mengamatinya secara detail. Termasuk keberadaan pintu masuk dan hiasan yang mempercantik bangunan candi.

Bentuk cinta yang tak dipaksakan dengan berbedaan agama ditunjukkan oleh keberadaan kedua bangunan ini. Pasalnya, relief yang menghiasi kedua bangunan ini mengisahkan perjalanan cintara antara Rakai Pikatan dengan Pramodawardhani. Kedua bangunan ini dihiasi oleh 6 arca Dhyani Boddhisatwa dan dikelilingi oleh 116 stupa dan 50 candi perwira.

Sejarah Plaosan
Image Credit: Google Maps (Handika Rudiyanto)

Jika dibedah lebih dalam, Anda bisa mengamati Candi Plaosan Lor dengan pintu masuk di sebelah barat. Bangunan ini memiliki halaman tengah yang megah dan dikelilingi dinding pendopo yang berukuran 21,62 m x 19 m. Selanjutnya, Anda akan disuguhkan dengan 3 altar pada bagian timur pendopo. Beberapa diantaranya altar utara, timur dan selatan.

Tak hanya sekedar altar, bangunan ini nyatanya memiliki maksud tersendiri. Penggambaran altar timur berisi tentang Amitabha, Vairochana, Ratnasambhava dan Akshobhya. Altar utara memiliki gambaran stupa Samantabhadra dengan figure Ksitigarbha di dalamnya. Sedangkan altar barat memiliki gambaran yang jelas terkait Manjusri.

Membandingkan keberadaan kedua candi ini membuat Anda melihat keistimewaan yang dihadirkan pada Candi Plaosan Kidul. Lazimnya, halaman tengah bangunan yang tampak sama layaknya Plaosan Lor memiliki tambahan 8 candi kecil yang mengelilinginya. Candi kecil dibagi menjadi 3 tingkatan dengan 4 candi di atasnya.

Sebagaimana gambaran yang terdapat pada altar Candi Plaosan Los, Plaosan Kidul juga memiliki beberapa gambaran tentang Amitabha, Tathagata dan Vajrapani pada utpala yang dianggap sebagai ‘Ibu dari semua Buddha’. Relief candi ini juga menghadirkan gambaran unik berupa pria dan Wanita.

Figur pria dihadirkan dengan duduk bersila dan tangan menyembah. Pasalnya, figur ini memiliki vas di kaki dan tangan vara mudra yang dikelilingi oleh enam pria lain yang lebih kecil. Anda juga bisa mengamati relief figur Wanita yang berdiri dengan tangan vara mudra dan dikelilingi oleh pallet, buku dan vas.

Begitu pula, Plaosan Kidul memiliki keistimewaan lain yang terlihat dari hiasan ukiran yang terdapat di pintu masuk. Hiasan halus yang membentuk ukiran tanaman ini mengisahkan Maharatu Pramodhawardani sebagai pemiliknya. Tak ayal jika candi ini memiliki daya tarik tersendiri jika dibandingkan dengan bangunan bersejarah lainnya.

Daya Tarik Wisata Candi Plaosan

Daya Tarik Candi Plaosan
Image Credit: Google Maps (Andika Nugraha)

1. Cerita Sejarah dan Romantis

Jika dibandingkan dengan beberapa candi yang berdiri di sekitar Candi Plaosan, candi ini memang tak begitu banyak dikenal. Namun setiap orang akan merasa terpesona dengan cerita dibalik kedua bangunan ini. Pembangunan candi yang biasanya ditujukan untuk tempat suci keagamaan atau pemujaan sangat berbeda dengan candi yang satu ini.

Rasa cinta kasih yang tumbuh secara alami tidak dapat dipisahkan oleh apapun. Hal ini menjadi wujud keharmonasan nusantara untuk mengajarkan rasa saling menghargai demi keharmonisan antar umat beragama. Perasaan cinta yang terbangun antara Rakai Pikatan dan Pramodawardhani menjadi semakin erat dalam ikatan pernikahan.

Menariknya, ikatan cinta yang dibangun antara pasangan ini tidak pernah memaksakan kehendak, terlebih lagi dalam urusan keyakinan. Rasa saling menghargai antara keduanya memberikan sikap saling mendukung untuk melakukan apapun. Rakai Pikatan dan Pramodawardhani bahkan tetap berpegang teguh pada agamanya masing-masing meskipun sudah menikah.

2. Bentuk Bangunan Candi

Jika dilihat sepintas mungkin bangunan ini akan tampak sama dengan bangunan candi lainnya. Namun bentuk candi, relief dan stupa yang menghiasinya menunjukkan bukti keistimewaan setiap candi yang ada di Nusantara. Kisah romantis yang terdapat di balik bangunan ini membentuk bangunan apik pada setiap sisinya.

Kisah cinta yang terbendung dalam Candi Plaosan menunjukkan rasa cinta yang sesungguhkan. Bahkan ada yang menduga bahwa relief yang terdapat pada setiap candi adalah bukti kekaguman atas pasangan. Candi Plaosan Kidul menggambarkan kekaguman Pramodhawardani pada Rakai Pikatan dan Plaosan Lor menggambarkan sebaliknya.

Daya Tarik Plaosan
Image Credit: Google Maps (Arttika)

3. Pemandangan Sekitar Candi

Bagi Anda yang tertarik akan pemandangan ciamik, mengunjungi candi ini adalah aktivitas yang sayang untuk dilewatkan. Ketinggian candi yang mencapai 21 meter sangat memudahkan Anda untuk mengamati berbagai pemandangan alam yang ada di sekitarnya. Anda bisa mengambil pemandangan ciamik yang berisi dengan perpaduan gambar candi dan alam sekitar.

Maka dari itu, berburu foto di lokasi candi adalah hal yang mengesankan. Anda bisa mengambil gambar dengan pemandangan langit biru yang mengagumkan maupun dengan latar Gunung Merapi. Untuk mendapatkan foto yang lebih ciamik, Anda bisa memanfaatkan waktu senja menjelang di tempat ini.

4. Festival Tahunan

Anda tentu sangat tertarik dengan festival tahunan bukan? Kegiatan festival yang menyuguhkan tarian di seluruh nusantara biasanya dilakukan di Candi Plaosan. Sebagai satu-satunya festival budaya di Klaten dengan skala yang besar, kegiatan ini ditujukan sebagai peluncuran desa wisata sebagaimana ISI Surakarta.

Kegiatan festival yang dilakukan dinamakan dengan Festival Candi Kembar. Kegiatan menarik dengan menampilkan budaya apik daerah yang berlangsung di Bugisan ini biasanya akan dilakukan pada bulan tertentu. Kegiatan menarik yang jarang dilakukan di wilayah lain ini dijamin mampu menghadirkan pesona mengagumkan.

Alamat dan Rute Perjalanan Menuju Candi Plaosan

Alamat Candi Plaosan
Image Credit: Google Maps (Rusdi Sanad)

Letak candi Buddha ini berada di perbatasan Yogyakarta dan Klaten akan lebih mudah ditempuh melalui Kota Jogja. Pasalnya, Anda akan membutuhkan perjalanan sekitar 18 km dari Kota Jogja. Sebaliknya perjalanan yang dibutuhkan untuk menuju tempat ini dari Kota Klaten berjarak sekitar 24 km. Tak ayal jika Candi Plaosan sering dianggap berada di Yogyakarta.

Jika melakukan perjalanan dari Kota Jogja, Anda bisa memilih Jalan Solo menuju ke Kecamatan Prambanan. Arah ini akan menuntun Anda menuju persimpangan ke arah kantor pos dan stasiun Prambanan. Selanjutnya, pilihkan arah ke kiri untuk menempuh perjalanan ke manisrenggo, Klaten. Pilih jalan lurus dan ikuti petunjuk yang diberikan.

Menempuh perjalanan menuju wisata sejarah ini dari Kota Jogja bisa Anda lakukan dengan menggunakan kendaraan umum. Anda bisa memilih transJogja yang sangat ramah hingga tiba di Terminal Prambanan. Begitu pula, Anda bisa memilih bus antar kota dengan rute Jogja-Solo untuk turun di Candi Prambanan. Setelah itu, pilihlah ojek yang tersedia agar mengantarkan ke Candi Plaosan.

Harga Tiket dan Jam Operasional Candi Plaosan

Harga Tiket Candi Plaosan
Image Credit: Google Maps (Dolanjajan Dotcom)

Keberadaan candi yang masih belum cukup populer jika dibandingkan dengan Candi Prambanan membuat wisata Candi Plaosan belum mematok tarif resmi. Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir harus membayar biaya dalam jumlah besar jika tiba di tempat ini. Lazimnya, pengunjung yang tiba di candi ini hanya dipatok dengan harga terjangkau sekitar Rp 5 ribu per orang.

Menariknya, tempat ini dibuka untuk umum dengan tanpa batasan hari libur. Anda bahkan bisa mengunjungi tempat ini untuk menikmati momen tertentu pada hari Senin hingga Minggu. Meski demikian, wisata candi yang sangat rentan mengalami kerusakan membuat objek wisata ini hanya dibuka mulai dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Maka dari itu, Anda perlu memilih waktu terbaik.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait Candi Plaosan. Candi kembar yang memiliki kisah unik di dalamnya memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Terlebih lagi tempat ini memiliki pemandangan apik dan kegiatan festival seru yang sudah ada sejak tahun 2016. Biaya murah dan akses yang mudah menjadi salah satu nilai plus untuk menikmati candi kembar ini.

Give a Comment