Museum Sandi, Museum dengan Koleksi Benda Bersejarah di Yogyakarta

Museum Sandi, Museum dengan Koleksi Benda Bersejarah di Yogyakarta
Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Faridan M Noto, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta.

Apabila wisata alam sudah biasa, wahana sudah terlalu sering, maka pilihan alternatif liburan berikutnya adalah mengunjungi Museum Sandi. Bagi anda yang suka dengan kode rahasia dan sekaligus ingin memecahkannya, objek wisata sejarah ini cocok dikunjungi. Setiap koleksi yang dimiliki dipastikan membuat anda betah berlama-lama, apalagi banyak fasilitas yang disediakan.

Museum ini terletak di kota Yogyakarta dan menjadi satu-satunya museum yang menampilkan berbagai peralatan sandi yang digunakan selama masa peperangan dahulu. Pengunjung dapat merasakan bagaimana sulitnya perjuangan untuk merebut kemerdekaan pada masa penjajahan. Bukan hanya di lapangan, namun juga ketika memberikan perintah melalui kode rahasia.

Tujuan didirikannya Museum Sandi diantaranya adalah untuk mengoleksi dan merawat benda bersejarah yang berkaitan dengan kode rahasia negara. Selain itu juga memberikan wawasan kepada masyarakat dan khalayak umum perihal dunia persandian. Tujuan lainnya yakni sebagai sarana sosialisasi persandian kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Sejarah Museum Sandi

Sejarah Museum Sandi
Photo by Google Maps Drestanta Ap

Sri Sultan Hamengku Buwono X, beliaulah yang memprakarsai berdirinya Museum Sandi. Keinginan tersebut disampaikan pada Maret 2006, tepatnya pada saat menerima kunjungan dari Widyakarya Mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN). Gagasan tersebut akhirnya disambut baik oleh Mayjen TNI Nachrowi Ramli, selaku Kepala Lembaga Sandi Negara.

Hingga pada akhirnya, dibentuk lah Tim Museum Sandi yang bertugas mengoleksi benda atau apapun yang berhubungan dengan persandian. Selama pembangunan lokasi museum, koleksi benda persandian disimpan rapi di dalam Museum Perjuangan Yogyakarta. Sayangnya, bencana alam gempa bumi pada Mei 2006 menjadi kendala pembangunan dan sempat terhenti sejenak.

Pembangunan kemudian dilanjutkan kembali setelah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Pada 29 Juli 2008 merupakan puncak dan sekaligus diresmikannya Museum Sandi oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata yang didampingi oleh Gubernur DIY dan Kepala Lembaga Sandi Negara.

Koleksi Museum Sandi

Koleksi Museum Sandi
Photo by Google Maps ariefpokto

Berdirinya museum bersejarah yang ada di Jogja ini membawa perbedaan di dunia persandian. Banyak koleksi benda yang berhubungan dengan sandi di Indonesia maupun kelas internasional. Berikut adalah koleksi Museum Sandi, baik berupa barang asli atau replika sesuai aslinya!

1. Sepeda Onthel Tua

Sekilas tidak ada nilai sejarah dari sepeda onthel tua yang terpajang rapi di dalam museum. Tetapi justru sebaliknya, sepeda onthel ini memiliki peran penting, dimana ketika itu digunakan sebagai kendaraan utama kurir yang membawa pesan berupa kode negara. Pada masa itu masih belum banyak teknologi canggih seperti saat ini, sehingga sepeda menjadi salah satu kendaraan paling utama.

2. Buku Kode Sandi

Koleksi berikutnya dari buku sandi yang lengkap dari berbagi negara, terutama Indonesia, Inggris, dan Belanda. Salah satu buku kode yang dimaksud dibentuk atas inisiatif dr. Roebiono, selaku Kepala Dinas Code pada tahun 1946. Pada awal kemerdekaan masih menggunakan kode sandi lama yang mudah diretas pihak Belanda.

Oleh sebab itulah dr. Roebiono kemudian membentuk buku baru yang ditulis dalam bahasa Belanda dan Inggris. Buku Code C, itulah nama buku yang dimaksud dan memiliki peran penting pada masa agresi militer Belanda I dan II. Sandi tersebut terbagi menjadi 6 buku, masing-masing memiliki sekitar 10.000 lembar.

Koleksi Dimiliki Museum Sandi
Photo by Google Maps ariefpokto

3. Mesin Telegraf

Mesin telegraf dan mesin untuk mencetak kode adalah koleksi Museum Sandi berikutnya. Dengan bantuan mesin ini, pengiriman sinyal di beberapa daerah sebagai instruksi perlawanan penjajah pun tidak terdeteksi. Dengan mesin ini pula Indonesia berhasil merebut kejayaan dan kedaulatan dari penjajahan.

4. Koleksi Diorama

Untuk memperjelas gambaran suasana ketika pembentukan kode, dibuatlah diorama yang mirip dengan kondisi aslinya. Pengunjung dapat merasakan bagaimana situasi saat itu, dimana ketika membentuk kode untuk sinyal penyerangan di beberapa titik yang dikuasai penjajah. Selain itu, ada juga diorama yang menggambarkan kegiatan kurir ketika mengirim kode di masing-masing daerah.

Alamat dan Cara Menuju Lokasi

Alamat Museum Sandi
Photo by Google Maps Choirur Rozikin

Apabila anda tertarik, silahkan langsung menuju ke Jalan Faridan M Noto No. 21, Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman,DI Yogyakarta. Itulah alamat lengkap Museum Sandi yang harus anda tuju. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Jogja, jadi tidak sulit menemukannya. Jaraknya hanya sekitar 3 kilometer dengan waktu tempuh 10 menit.

Rute yang dapat diambil yakni dengan melewati Jalan Penembahan Senopati. Lurus ikuti jalan hingga tiba di Jalan Mayor Suryotomo. Titik berikutnya yakni Jalan Mataram dan menuju ke Jalan Abu Bakar Ali. Sesampainya di pertigaan, ambil arah kanan yang menuju ke Jalan Kleringan. Lurus hingga melewati Jalan Ahmad Jazuli dan Jalan Prau, kemudian berakhir di Jalan Faridan M Noto.

Harga Tiket Masuk Museum Sandi

Harga Tiket Masuk Museum Sandi
Photo by Google Maps Gallant Tsany Abdillah

Sebagai objek wisata sejarah, Museum Sandi tidak mematok harga tiket masuk alias gratis. Anda bebas masuk ke lokasi museum setelah parkir kendaraan, tentunya setelah meminta izin kepada petugas di tempat. Adapun biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk parkir kendaraan sebagai sewa lahan sementara.

Bagi wisatawan yang berkunjung menggunakan mobil, maka diwajibkan membayar retribusi sebesar 5.000 rupiah. Sedangkan untuk sepeda motor hanya 2.000 rupiah dengan lahan yang cukup luas dan nyaman. Museum sejarah ini dibuka setiap hari, kecuali hari libur nasional dan hari libur agama.

Ragam Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Aktivitas Menarik di Museum Sandi
Photo by Google Maps Oemar Ichsan

Bagi yang tidak menyukai teka-teki atau kode rahasia, aktivitas di Museum Sandi mungkin tidak terlalu menarik. Tetapi jika sebaliknya, maka dipastikan banyak hal seru yang anda dapatkan selama di lokasi, seperti aktivitas berikut!

1. Memecahkan Sandi

Salah satu fasilitas utama yang banyak disukai pengunjung yakni multimedia berupa layar sentuh. Fungsinya untuk memberikan permainan interaktif yang berhubungan dengan persandian. Anda dapat mencoba memecahkan kode sandi yang diberikan dengan tampilan yang menarik sehingga tidak membosankan.

Dalam melakukan aktivitas ini, akan ada pemandu yang siap mengajari dan juga membimbing hingga anda menemukan h sulit memejawabannya. Apakacahkan sebuah kode? Tentunya tergantung dari pemahaman anda mengenai kode itu sendiri. Namun secara keseluruhan, sandi kode memang dibuat supaya tidak semua orang mampu membacanya.

2. Berkeliling dan Melihat Koleksi Museum

Berkeliling di Museum Sandi adalah aktivitas yang dipastikan menarik berikutnya. Apalagi banyak benda antik bersejarah yang berhubungan dengan dunia persandian. Anda pun tidak akan bosan dan merasa kelelahan selama melakukan aktivitas di wisata museum cantik  ini. Jika sudah puas berkeliling melihat barang antik, jangan lupa sempatkan diri mengunjungi ruangan diorama untuk mendapatkan suasana layaknya di masa penjajahan.

3. Mengunjungi Perpustakaan

Di dalam museum terdapat sebuah perpustakaan yang banyak menyimpan buku mengenai kode sandi. Silahkan anda mengunjunginya supaya mendapatkan lebih banyak lagi wawasan dan menjawab seputar pertanyaan yang mungkin membuat anda penasaran. Beberapa buku ada yang berguna untuk menjawab dan memecahkan kode sandi tertentu.

Fasilitas Penunjang di Museum Sandi

Fasilitas Museum Sandi
Photo by Google Maps Bambang Edi Prasetyo

Museum Sandi dibangun bukan hanya untuk mempertontonkan koleksi benda persandian yang dimiliki, namun juga memperhatikan faktor kenyamanan pengunjung. Banyak fasilitas yang anda dapatkan selama di lokasi, seperti tempat parkir dan toilet. Selain itu, ada juga Mushola yang dapat digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, lengkap dengan tepat wudhu di sampingnya

Bagi yang ingin bersantai setelah lelah berkeliling, silahkan gunakan aula yang biasanya dipakai untuk tempat pertemuan. Taman dan gazebo menjadi pelengkap fasilitas umum yang bisa digunakan. Sambil bersantai, anda pun dapat mengakses internet karena tersedia Wifi gratis. Fasilitas lain diantaranya adalah guide atau pemandu, ruang komunitas, dan laboratorium.

Bagaimana, apakah anda tertarik berkunjung setelah menyimak ulasan kami diatas? Kondisi Museum Sandi sangat bersih dengan setiap benda koleksi yang tertata rapi. Ruangannya pun dilengkapi pendingin sehingga membuat pengunjung tetap nyaman selama di dalam museum, jadi tidak ada alasan lagi untuk melewatkannya.