Museum Sasmitaloka, Museum Sejarah Perjuangan Jendral Sudirman di Yogyakarta

Museum Sasmitaloka, Museum Sejarah Perjuangan Jendral Sudirman di Yogyakarta
Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Bintaran Wetan , Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta.

Untuk mengenang jasa Panglima Besar Jendral Sudirman, dibuatlah Museum Sasmitaloka yang berlokasi di kota Yogyakarta. Nama Sasmitaloka sendiri adalah mengenang atau mengingat jika diartikan kedalam bahasa Indonesia. Dibawah pengelolaan TNI Angkatan Darat, museum ini memiliki berbagai benda koleksi selama masa perjuangan Jendral Sudirman.

Lahir pada 24 Januari 1916, Jendral Sudirman memiliki nama asli Sudirman dari pasangan Karsid Kartawiraji dan Siyem. Setelah dirawat oleh ayah angkatnya yang bernama Raden Cokro Sunaryo, diberikanlah nama depan Raden sehingga menjadi Raden Sudirman. Sebelum merintis karir militer, beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah di Cilacap.

Pemikirannya yang bijak dan sikap tenangnya membuatnya selalu disegani. Setiap apa yang beliau katakan selalu menjadi panutan dan didengar oleh orang sekitarnya. Pembela Tanah Air (PETA) adalah pelatihan pertama nya di bidang militer, kemudian beliau diangkat menjadi Daidancho, yakni Komandan Daidan yang setara dengan Batalion.

Sejarah Museum Sasmitaloka

Sejarah Museum Sasmitaloka
Photo by Google Maps Wiwin Oktavianti

Seperti halnya Panglima Besar Jendral Sudirman, Museum Sasmitaloka pun memilki sejarah panjang. Pada awal pembangunannya di masa kolonial Belanda, gedung ini digunakan sebagai tempat tinggal Puro Paku Alam VII yang saat itu menjabat sebagai dinas keuangan. Ketika masa pendudukan Jepang, gedung ini pun tidak lagi digunakan dan dikosongkan, perabotannya pun disita.

Setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, gedung beralih fungsi menjadi markas Kompi ‘Tukul’ Batalion Letkol Soeharto. Tidak lama setelah itu, tepatnya pada 18 Desember 1945, Museum Sasmitaloka Jogja menjadi tempat tinggal Jendral Sudirman dan keluarganya setelah dilantik dan resmi menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat.

Sejarahnya masih berlanjut dengan pengalihan fungsi sebagai Markas Komando Militer Kota Yogyakarta pada 27 Desember 1949 setelah pengakuan kedaulatan RI oleh negara-negara di seluruh dunia. Gedung ini pun pernah dijadikan sebagai Resimen Infanteri XIII dan Penderita Cacat. Selanjutnya menjadi Museum Angkatan Darat sejak 17 Juni 1968 hingga 30 Agustus 1982.

Perjalanannya berakhir pada 31 Agustus 1982 yang saat itu diresmikan sebagai Museum Sasmitaloka. Peresmian dilakukan langsung oleh Kasad Jenderal TNI Poniman dan disaksikan oleh jajaran anggota TNI dan tamu undangan lainnya. Hingga saat ini, banyak koleksi benda bersejarah yang ada di museum tersebut dengan jumlah sekitar 599 buah.

Koleksi Museum Sasmitaloka

Koleksi Museum Sasmitaloka
Photo by Google Maps retna dewi

Setiap wisatawan yang berkunjung ke Museum Sasmitaloka Yogyakarta tidak hanya melihat bagaimana perjuangan Jendral Sudirman, namun juga sosok suami dan orang tua yang bijaksana. Setiap koleksi ditempatkan di ruangan masing-masing sesuai fungsinya, berikut diantaranya!

1. Koleksi Persenjataan

Ruang Palagan Ambarawa adalah tempat dimana koleksi persenjataan Panglima Besar Jendral Sudirman selama masa perjuangannya. Senjata yang di koleksi ini menjadi saksi bisu bagaimana pertempuran sengit pasukan Sudirman melawan tentara sekutu dan berhasil mengusir mereka dari tanah Magelang.

2. Piagam Penghargaan

Bagi pengunjung yang ingin melihat piagam penghargaan, silahkan mengunjungi Ruang Kerja di Museum Sasmitaloka. Selain piagam, koleksi di ruangan ini juga menampilkan tanda jasa dari pemerintah RI, pedang samurai, pesawat telepon kuno yang lengkap dengan meja dan kursinya, serta replika keris yang digunakan ketika perang gerilya selama 7 bulan.

3. Koleksi Dokumentasi

Riwayat perjalanan panjang Jendral Sudirman dapat disaksikan dengan memasuki Ruang Dokumentasi. Bukan hanya selama perjuangan, namun juga ketika pemakaman beliau pada 29 Januari 1950. Di ruangan yang sama juga terdapat surat yang ditulis langsung oleh Ir. Soekarno dan seragam yang digunakan ketika dinas.

Koleksi Dimiliki Museum Sasmitaloka
Photo by Google Maps Nadifa Salsabila

4. Ruang Koleksi Kendaraan

Museum Sasmitaloka Jogja memiliki koleksi kendaraan lengkap yang digunakan Jendral Sudirman ketika perang gerilya yang menempuh jarak 1000 kilometer. Beberapa kendaraan yang dimaksud adalah dokar, mobil, dan tandu yang digunakan ketika sakit. Setiap kendaraan digunakan mulai dari Yogyakarta hingga Kediri selama 7 bulan.

5. Ruang Diorama

Supaya lebih jelas menggambarkan situasi perjuangan saat itu, dibuatlah diorama di ruangan khusus. Terdapat tiga diorama utama di ruangan yang sama, yakni perjuangan Jendral Sudirman pada 19 Desember 1948 melawan agresi Belanda, situasi ketika memimpin perang gerilya, dan ketika di markas Sobo, Pacitan.

Alamat dan Cara Menuju Lokasi

Alamat Museum Sasmitaloka
Photo by Google Maps Wiwin Oktavianti

Alamat Museum Sasmitaloka Jendral Sudirman berada di Jalan Bintaran Wetan No. 3, Yogyakarta. Tidak sulit mencari lokasinya karena sangat strategis, berada di tepi jalan raya. Apalagi jarak dari pusat kota Jogja tidaklah jauh, kurang lebih 5 kilometer. Silahkan gunakan bantuan Google Map jika perlu, atau bertanya kepada penduduk sekitar.

Dari titik nol kota Jogja, silahkan lurus mengambil arah timur hingga melewati Jembatan Sayidan. Anda akan menemui beberapa kedai makanan, silahkan lurus hingga menemukan belokan ke kanan. Ambil jalan tersebut dan kurangi kecepatan karena lokasinya tidak jauh lagi. Keberadaan museum ditandai dengan patung Jendral Sudirman yang menaiki kuda dengan bangunan khas Rumah Joglo Jogja.

Harga Tiket Masuk Museum Sasmitaloka

Harga Tiket Masuk Museum Sasmitaloka
Photo by Google Maps Kencana Hikmah

Tidak ada kewajiban biaya tiket masuk yang dibayarkan ketika mengunjungi Museum Sasmitaloka. Pengunjung hanya diperkenankan memberikan sumbangan sukarela yang digunakan untuk biaya perawatan museum. Kalaupun tidak memberi juga tidak masalah, namun alangkah lebih baiknya jika anda turut serta dalam perawatan museum bersejarah ini.

Bagi yang membawa kendaraan bermotor, silahkan langsung masukkan kendaran di dalam gedung. Di sana tersedia tempat parkir khusus dengan biaya retribusi sebesar 2.000 rupiah untuk motor, dan mobil sebesar 5.000 rupiah. Objek wisata sejarah ini dibuka setiap hari Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Ragam Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Aktivitas Menarik di Museum Sasmitaloka
Photo by Google Maps Ahmad Mudatsir Gede Prabawa

Tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Museum Sasmitaloka, namun anda bisa banyak belajar sejarah di dalamnya. Berikut adalah aktivitas yang mungkin menarik yang dapat dilakukan selama di lokasi!

1. Mengenang Sejarah Perjuangan Jendral Sudirman

Meskipun tidak begitu panjang usia Jendral Sudirman, namun perjalanan karir militernya sangat panjang dan layak dikenang. Setiap perjalanan hidupnya, mulai dari meniti karir hingga wafatnya, anda dapat menyaksikannya melalui koleksi di ruangan yang telah ditentukan.

Menariknya, anda pun dapat melihat sosok beliau ketika menjadi seorang suami dan ayah. Banyak foto yang dipajang ketika beliau menyempatkan waktu bersama keluarganya. Foto-foto tersebut membuktikan bahwa seseorang yang berjiwa besar adalah yang mampu memimpin keluarga dan juga pasukannya.

2. Melihat Benda Bersejarah

Museum Sasmitaloka juga sama dengan wisata museum pada umumnya, terdapat banyak benda bersejarah di dalamnya. Senjata, kendaraan, dan tandu yang pernah digunakan Jendral Sudirman masih tertata rapi dan dipajang sebagai kenang-kenangan. Selain itu, benda bersejarah lain yang dapat disaksikan yaitu keris, pakaian, perabotan, dan masih banyak lainnya dengan total 599 benda.

3. Berkeliling Museum

Aktivitas menarik lainnya tentu saja berkeliling lokasi museum. Aktivitas ini masih berhubungan dengan melihat koleksi benda bersejarah. Tidak jarang pengunjung yang menyempatkan diri mengabadikan momen dengan mengambil foto atau video, asalkan mendapat izin dari pengelola.

Fasilitas Penunjang di Museum Sasmitaloka

Fasilitas di Museum Sasmitaloka
Photo by Google Maps Bambang Priyo Cahyono

Dalam hal fasilitas, Museum Sasmitaloka termasuk mumpuni dan tidak kalah dengan objek wisata dari kategori lain. Sebut saja tempat parkir yang luas dan aman karena masih termasuk dalam kawasan museum. Pengunjung tidak kesulitan jika ingin buang air atau keperluan air lainnya karena sudah tersedia toilet.

Ada pula Mushola di tempat khusus apabila anda ingin menunaikan Solat. Fasilitas lain yaitu pendopo yang dibangun bagi pengunjung yang ingin istirahat sejenak. Tidak jauh dari lokasi museum, terdapat tempat penginapan dengan harga yang bervariasi, tergantung dari fasilitas di dalamnya.

Itulah informasi singkat dari Museum Sasmitaloka Jendral Sudirman yang ada di Yogyakarta. Semoga ulasan diatas dapat memberikan gambaran supaya anda lebih tertarik mengunjunginya. Mengingat kesadaran akan menghargai sejarah saat ini sudah mulai berkurang, maka tugas dari kita masing-masing untuk mengenalkan dan mempromosikan nya kembali.